“Suatu hari nanti saya harus menjadi peneliti dibidang pertanian..!” itulah pernyataan yang sampai sekarang ingin terus saya wujudkan. Dua tahun yang lalu ketika saya masih duduk di bangku Aliyah, tidak pernah terbesit sedikitpun keinginan untuk  kuliah di jurusan agronomi dan hortikultura. Namun, entah kenapa menjelang akhir kelulusan, keinginan untuk belajar lebih dalam tentang agronomi dan hortikultura ini begitu kuat. Hingga akhirnya setelah melibas soal-soal test masuk perguruan tinggi, saya diterima di departemen Agronomi dan Hortikultura, fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.

Kenapa Harus AGH??…

Awalnya saya tidak begitu yakin dengan jurusan yang saya pilih, “mau jadi apa kamu masuk AGh??, kuliah kok pertanian!!..kenapa gak informatika aja? Ato matematika…@$##..” yah, banyak yang bilang kalau pertanian bukan pilihan yang tepat untuk melanjutka studi pasca SMA. Namun saya semakin mantap dan percaya diri dengan pilihan saya ini setelah mengikuti Masa Perkenalan Kampus Mahasiswa Baru. Di sana saya mendapat banyak pencerahan tentang dunia pertanian. Pertanian itu sector yang sangat penting untuk kehidupan kita karena pangan, papan, dan sandang yang notabene kebutuhan pokok tersebut tak lepas dari sector pertanian. Selain itu, miris sekali ketika melihat berbagai fenomena di masyarakat agraris ini yang masih kekurangan pangan?? How can it be??

Selama kurang lebih tiga bulan saya belajar di departemen Agronomi dan Hortikultura. Slama tiga bulan itu juga saya mulai memilah milah mata kuliah apa yang dapat mengarahkan saya untuk mencapai impian itu.. yah, genetika tanaman.. bekerja dengan DNA, sel, kromosom, teori mendel, yang akhirnya bermuara pada  pemuliaan tanaman. Ketika di jalani, saya sempat putus asa karena melihat nilai uts yang kurang memuaskan di mata kuliah ini. Tapi saya yakin, suatu saat nanti saya akan menjadi peneliti hebat abad ini..(hehe lebay dikit..)

Nah karena alasan itulah saya tidak ragu untuk bersahabat dengan Agronomi dan Hortikultura..How abot U??

Uts tinggal beberapa hari lagi.. Sudah sejauh manakah persiapan temen-temen??(sok siap, padahal saya sendiri belum siap :P) Tapi kawan, siap g’ siap hari itu akan datang..(hehe) UTS (Ujian Terus Semangat), Semangat belajar, semangat begadang :p -kebiasaan buruk mahasiswa yang harus segera dibuang jauh..jauh..h..h.., Semangat beribadah tentunya..

yang serius nhe ya.. Ujian itu bukan sesuatu yang harus ditakuti, ujian merupakan evaluasi dan penilaian terhadap perkembangan belajar kita.

Untuk melakukan ujian dengan baik, mula-mula kita harus mempelajari dan melakukan review materi sebelum ujian.  Berikut adalah beberapa teknik untuk memahami materi ujian dengan lebih baik:

Belajar – Pasca Belajar

  • Review catatanmu segera setelah kelas.
  • Review catatanmu dengan singkat sebelum masuk kelas kembali.
  • Jadwalkan waktu yang agak lama untuk review catatan tersebut setiap minggunya

Review

  • Atur catatan, teks dan tugas-tugasmu.
  • Perkirakan waktu yang kamu butuhkan untuk melakukan review.
  • Buatlah jadwal review yang terdiri dari waktu dan bahan materi.
  • Ujilah dirimu sendiri dengan materi tersebut.
  • Selesaikan belajarmu sehari sebelum ujian dimulai.

ada tips nhi buat menghadapi ujian..

Tips menjelang ujian:

  1. Fisik kita kudu kuat (makan yang bergizi, istirahat cukup) percuma dong blajar mati-matian tapi sakit pas ujian.
  2. Siapin alat ujian beberapa hari sebelum hari-H nya (tanda pesrta, alat tulis,dll)
  3. Doa dari orangtua penting juga lho!
  4. SELAMAT UJIAN! Persembahkan prestasi terbaikmu  buat orang2 yang kamu sayangi..^^

“Sesungguhnya sebuah pemikiran itu akan berhasil diwujudkan manakala kuat rasa keyakinan kepadanya, ikhlas dalam berjuang di jalanNya, semakin bersemangat dalam merealisasikannya dan kesiapan untuk beramal dan berkorban dalam mewujudkannya. Keempat rukun ini—iman, ikhlas, semangat, dan amal) merupakan karakter yang melekat pada diri PEMUDA, karena sesungguhnya dasar keimanan itu adalah nurani yang menyala, dasar keikhlasan adalah hati yang bertaqwa, dasar semangat adalah perasaan yang menggelora, dan dasar amal adalah kemauan yang kuat. Itu semua tidak terdapat kecuali pada diri para pemuda.”

Search
Categories
Bookmarks